Sensitifitas dalam Berbicara
Terlepas dari siapa subyeknya, sebuah pernyataan, ucapan ataupun pembicaraan jika dilihat secara seksama akan meliputi 3 unsur, yakni: isi atau konten; cara; dan tujuan, dan pula akan memiliki tiga 3 tanggapan/respon balik.
sebuah pernyataan atau ucapan akan ditanggapi (1)positif, manakala unsur; isi, cara, dan tujuan bicara baik dan sesuai dengan norma aturan serta kepentingan yang ada. (2)negatif, jika ketiga unsur; isi, cara, dan tujuan bicara tidak sesuai/berbenturan dengan norma aturan serta kepentingan yang ada. (3)introgatif, jika salah satu atau ketiga unsur; isi, cara, dan tujuan bicara tersebut tidak jelas, sehingga menimbulkan penafsiran yang ambigu dan masih menimbulkan pertanyaan.
Namun intinya, hal yang terpenting dalam berbicara adalah bila diri kita menjadi subject yang berbicara, ada hal yang hendaknya diperhatikan, yakni; Etika dan Kepekaan, yang semestinya menjadi pegangan, meskipun sebenarnya dua (2) hal tersebut tidak secara tertulis dan baku menjadi sebuah aturan dalam berbicara, namun setidaknya setiap dari diri kita telah secara sadar memahaminya. Etika (perasaan) dan Kepekaan sosial dalam berbicara dituntut untuk selalu melekat dalam keseharian kita, agar tidak menimbulkan ketersinggungan. Budaya pembenaran terhadap apa yang kita kemukakan haruslah dibuang jauh, karena seringkali pernyataan yang terlontar secara spontanitas tanpa didasari dengan berpikir jernih serta empati yang mendalam terhadap gejala masalah sosial yang sedang terjadi akan berpotensi menjadi sumber polemik. sekali lagi, Etika dan Kepekaan dalam berbicara sudah seharusnya menjadi dasar yang secara sadar dipakai sebagai pedoman bagi setiap individu dalam berkomunikasi tanpa terkecuali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar