Sabtu, 18 Februari 2012



Membuat Internet lebih aman bagi Anak



Menandai Hari Internet (Internet Day), sebuah acara tahunan yang disponsori oleh Komisi Eropa, mendorong semua pihak khususnya kaum muda, untuk menggunakan Internet dan perangkat digital dengan lebih bertanggung jawab.


Komisi Eropa mempromosikan Safer Internet Day 2012, yang mendorong semua anggota keluarga untuk bersama-sama menjelajahi dunia Internet dengan aman.

Meski Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat terutama anak muda, namun masih sedikit dari mereka yang mengetahui tentang dunia dibalik e-mail dan URL, karena ada banyak bahaya mengintai di dunia Internet, termasuk predator, pornografi dan
cyber bullying. 


"Internet adalah salah satu tempat terbaik bagi anak-anak untuk berekspresi," ujar Neelie Kroes, Agenda Komisaris Digital Uni Eropa adalah melindungi aktivitas Internet yang lebih aman. "Dapat bersosialisasi, bermain, belajar dan berkreasi, dan mengakses dunia informasi hanya dengan beberapa klik saja."
Semua orang tua, guru, anak-anak, LSM dan pembuat kebijakan turut berperan serta dalam kerja sama ini, sehingga pengalaman menjelajah dunia online-Internet bagi anak menjadi sesuatu hal yang positif."

Inisiatif Uni Eropa telah diadopsi oleh seluruh 27 negara anggota Uni Eropa dan lebih dari 70 negara di dunia.

Safer Internet Day 2012 mendesak para keluarga untuk bekerja sama dalam menciptakan aktivitas Internet yang lebih aman bagi anak-anak.


Keterlibatan Orang Tua

Akses Internet bagi anak-anak secara dini memerlukan perhatian khusus, terutama bagi para orang tua untuk menjaga mereka dalam menyelami pengalaman dunia digital-online-internet yang baik, sesuai dengan jaringan Insafe dan INHOPE, yang mengatur akses Internet menjadi lebih aman.

Neelie Kroes memuji Internet Day yang lebih aman di Eropa. Menurut Insafe, 12 persen anak di Eropa usia 9 sampai dengan 16 tahun mengatakan mereka telah tercemar atau terjangkit oleh "sesuatu" di Internet. Bahkan, lebih dari separuh anak tersebut telah menerima pesan yang "membahayakan" di dunia online dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari akan hal ini.
Jika hal ini  terus berlanjut, internet bisa menjadi hal yang beresiko. Perusahaan Keamanan Internet Norton menemukan bahwa lebih dari separuh anak-anak usia antara 8 sampai 17 tahun telah memiliki pengalaman negatif dalam akses online.
Tahun ini, Insafe telah meluncurkan inisiatif sekolah baru dengan menciptakan sumber daya yang tersedia dalam kelas-kelas mereka tentang keamanan internet.
Sebuah laporan baru dirilis hari ini berdasarkan informasi yang dikumpulkan melalui survei dari 25.000 pengguna internet usia antara 9 sampai 16 tahun di 25 negara Eropa. Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan positif oleh orang tua, bukan berarti hanya membatasi penggunaan internet bagi anak-anak, tetapi mampu mengurangi resiko bahaya tanpa mengurangi manfaat yang ada dari dunia online-internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar