Sabtu, 28 Januari 2012



Pengejar Kuantitas


Hidup mengejar kuantitas yang diukur dengan angka atau jumlah bukanlah hal yang dilarang. Boleh saja setiap manusia mengejar statistika hidup dengan mengumpulkan dan menghitung aneka rupa harta milik yang serba-wah. Seperti rumah besar, kendaraan mewah, kebun yang luas, pabrik besar (perusahaan), dan memiliki sejagat kuantum simbol seperti gelar dan pangkat. Namun, semua itu menjadi absurd bila yang bernama simbolitas angka itu tidak interaktif dengan nilai-nilai kehidupan umat. Agama mengajarkan perlunya umat manusia membangun hubungan dengan Allah dan menjaring kepedulian terhadap sesamanya.

Mengomentari (QS [3]: 112), Wahbah Zuhaili mengemukakan bahwa umat manusia akan terempas selamanya dalam penderitaan (kehinaan) manakala sisi kehidupannya lebih mengutamakan hubungan material simbolis (al-mu’amalah al-ramziyah). Sementara hubungan esensial (al-mu’amalah al-Madzmuniyyah) berupa komitmennya dengan perintah Allah terabaikan. 



Muslim yang Ramah



Islam ya Islam. Begitulah ucapan yang sering terlontar dari sebagian Muslim. Benar, Islam yang diyakini dan diamalkan tentu mempunyai karakteristik yang “paten”. Walaupun, faktanya pengamalan Muslim beragam sesuai mazhab yang dianutnya. Ini wajar sebagai bentuk tafsiran semesta ajaran Islam. Di sini, yang harus dicatat adalah bagaimana pengamalan Islam yang elok, penuh empati, santun, dan tidak melampaui batas. 
Kita menyadari bahwa memahami Islam secara tekstualistik dan legal-formal sering mendatangkan sikap ekstrem dan melampaui batas. Padahal, Alquran tidak melegitimasi sedikit pun segenap perilaku dan sikap yang melampaui batas. 

Rabu, 25 Januari 2012



Dilema Ritel Modern dan Toko (Warung) Tradisional



Jika kita melakukan perjalanan darat, terutama di Pulau Jawa, ketika membutuhkan makanan kecil, minuman mineral dan kebutuhan lainnya sekarang sebagian besar lebih suka singgah ke toko ritel modern dibandingkan warung atau toko tradisional. Orang memilih membeli ke ritel modern karena alasan antara lain kenyamanan, mendapatkan barang yang lebih baru, dan adanya kepastian harga. Kondisi ini menjadi dilematis di tengah upaya mempertahankan usaha kecil menengah.

Saya pernah punya pengalaman ketika dalam perjalanan jauh melalui darat singgah ke warung tradisional membeli minuman mineral harus membeli dengan harga yang lebih tinggi dari harga di ritel modern. Bahkan terkadang dengan selisih harga yang relatif jauh.

Peluang Bisnis Ritel masih terbuka lebar dan menjanjikan



Bisnis ritel semakin menjamur. Ini terlihat dari banyaknya minimarket yang semakin tersebar di banyak tempat. Saking ramainya, tak jarang lokasi minimarket berdekatan. Meski begitu, bagi para pelakunya, bisnis ini tetap menjanjikan. Konsumsi masyarakat yang terus meningkat menjadi salah satu sebab bisnis ini merajalela.
Sebenarnya risiko bisnis ini kecil, karena produk yang dijual bisa dikembalikan ke produsen, bila tak laku atau kadaluarsa. Minimarket dengan nama yang tak terlalu tenar saja bisa mengantongi omzet Rp 5 juta - Rp 6 juta, atau sekitar Rp 150 juta per bulan. Adapun laba sekitar 15%-20% dari omzet.

Minggu, 22 Januari 2012


Fokus, jangan terlalu lama menoleh


Hidup itu seperti kita menapaki jalan dengan bermacam-macam pemandangan di sampingnya. Ketika kita dapati keindahan di tepian jalan yang saat itu kita lalui, saat itu juga kita akan terhenti sejenak untuk menikmatinya, itupun jika kita memiliki waktu untuk berhenti dan menikmati keindahan itu, atau terkadang kita menikmatinya sambil berlalu dengan memperlambat jalan kita, namun sebaliknya jika tidak memiliki waktu untuk itu, atau sedang memburu waktu untuk sampai di suatu tempat, kita akan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan keindahan yang ada di sekitarnya.
Perumpamaannya adalah ketika kita melewati jalan tidak beraspal dengan lubang di sana-sini, sedang di kanan-kirinya terdapat bangunan mewah nan megah yang menggoda pandangan kita untuk selalu menoleh memandangnya, ditambah saat itu kita melaluinya di saat malam gelap.

Selasa, 10 Januari 2012



Prediksi musnahnya manusia versi stephen hawking



Ahli fisika asal Inggris Stephen Hawking merayakan ulang tahunnya yang ke-70, Minggu, 8 Januari 2012. Di usianya yang makin lanjut, Hawking mengulangi prediksi musnahnya umat manusia jika terus mendiami hanya satu planet saja.

Fisikawan kontroversial ini memberi ultimatum jika sudah saatnya manusia mencari alternatif tempat tinggal lain. Artinya, manusia harus bisa mengkolonialisasi luar angkasa. Dengan demikian peluang musnahnya umat manusia akan semakin kecil. Hal itu dinyatakannya dalam wawancara dengan sebuah radio dan dilansir Yahoo News, Senin (9/1).


Disebutkan juga oleh Hawking ada beberapa kejadian yang membuat manusia musnah, di antaranya perang nuklir dan perubahan iklim. Penyataan ini juga didukung oleh artikel di majalah Discovery mengenai kemungkinan penyakit pandemik global atau pun serangan meteor yang bisa mengakibatkan kematian manusia di Bumi.

Senin, 09 Januari 2012



Super Speech Dakhlan Iskhan



Tiba-tiba saja pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebar ke mana-mana. Bukan gosip melainkan pernyataan yang bijak mengenai kepemimpinan.

Pernyataan ini sebenarnya diungkapkan Dahlan selepas dilantik menjadi Menteri BUMN Oktober tahun lalu pada suatu media. Entah bagaimana tiga hari terakhir menjadi pembicaraan di forum-forum, dikutip di berbagai blog, bahkan dimuat juga di akun Facebook yang menamakan dirinya Dahlaniskanfans.

Berikut pernyataan lengkap Dahlan Iskan yang diberi judul "Good Speech dari Bpk Dahlan Iskan" di forum-forum:
Menjadi pemimpin itu dianggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa.