Rabu, 04 April 2012


Benarkah notasi musik lahir dari lantunan Al Qur'an?


Luar biasa manfaat AlQuran. Selain memberi petunjuk bagi umat manusia, Kitab Suci umat Islam itu juga memberi banyak inspirasi penting bagi kehidupan. Dari lantunan Alquran, banyak orang melakukan perubahan. Dari lantunan Alquran pula, notasi musik dilahirkan. Coba bayangkan, apa jadinya jika hidup ini tak dihiasi notasi?

Bacaan Alquran yang dilakukan secara berirama sesuai ilmu tajwid (ilmu tentang tata cara membaca Alquran), menjadikan Qutb al Din Al Shirazi (1236-1311) terpikir untuk membuat notasi. Di dalam tajwid dikenal hukum-hukum untuk memanjangkan bacaan (maad), menghentikan bacaan (waqf), mendengungkan bacaan (idgham), dan sebagainya.
Inilah yang menjadi ilham bagi Shirazi. Dia bukanlah seorang ahli yang memiliki bekal pendidikan musik. Dia juga bukan seorang pemain musik. Shirazi lahir dari keluarga dokter. Dalam pendidikannya, dia banyak mendalami bidang matematika. Selain notasi, Shirazi juga banyak membuat karya tentang matematika.

Senin, 02 April 2012


Negeri Para Calo


Dari sebuah obrolan ringan dengan saudari saya yang sudah lumayan sukses dengan bisnisnya, terlintas tawa dalam benak saya jika membayangkan pola kerja dari para pengusaha disini. Saudari saya ini memiliki bisnis mengolah hasil kebun gula merah yang dikelola bersama suaminya dan mempunyai sebuah toko sembako. Di tempat saudari saya ini banyak petani gula merah biasa disebut penderes (petani gula) ranting atau cabang di desa-desa yang rajin menyetorkan hasil panennya untuk ditukar dengan sejumlah kebutuhan pokok sehari-hari atau sejumlah uang cash. Bahkan sampai ada juga yang meminta uangnya di muka sebelum gula merah hasil panennya disetorkan, hmm... sepertinya benar-benar merepotkan bila ada banyak orang semacam ini, namun kenyataanya justru seperti itulah yang banyak terjadi disana, memang benar apa kata para praktisi pengusaha profesional, menjadi seorang pengusaha haruslah tahan resiko dan bersabar dalam memutar roda bisnisnya, tidak boleh selalu egois dan oportunis, adakalanya mau nggak mau musti mengalah, demi apalagi jika bukan untuk kelangsungan hidup bisnis itu sendiri.