Kamis, 13 Desember 2012



Memahami Dunia


Alam dunia ini lahiriyahnya berupa tipuan sementara batiniyahnya menjadi pelajaran. Nafsu manusia cenderung melihat pada bentuk lahiriyahnya yang menipu, sementara kalbu melihat batiniyahnya yang menjadi pelajaran. Setiap manusia memiliki potensi menggunakan kelebihan ini. Namun juga tidak setiap manusia mampu menggunakan kalbunya untuk menyaksikan batiniyah alam yang menyimpan pelajaran.

Hanya orang-orang yang dikehendaki Tuhan serta diberi anugerah hati yang baik untuk bisa melihat pelajaran dari alam ini. Manusia dianugerahi nafsu sekaligus akal dan juga hati, nafsu berkaitan dengan gairah hidup di alam dunia ini, sementara akal berkaitan dengan cara memandang hidup di dunia ini, kemudian hati berkaitan dengan nurani terdalam yang asalnya adalah murni dan suci yang berisi sumber energi positif. 

Perjalanan hidup tiap jiwa (manusia) di dunia diibaratkan seperti petualangan yang melintasi dimensi baik dan tidak baik. Dimana di setiap dimensi hidup tersimpan pelajaran dan hikmah untuk dihayati. Nikmat hidup diterima untuk disyukuri, musibah hidup diterima untuk disabari tanpa dikeluhi apalagi disesali. Fitrah hakiki hidup ini adalah ketundukan diri kepada sang Khaliq, penyerahan diri atas segala tingkah laku diri di dunia kepadaNYA. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar